Tuesday, February 2, 2016

Panduan Menjadi Moderator


Bismillah,

Time flies so fast, guess what, we're already in the second month of 2016! It is currently raining heavily outside, which I really love..hihi.  My internship term is approaching its end in a couple of months before departing back to the garden of knowledge, UTP. But, just let me enjoy the rest of my stay in Kerteh first ya : )

Alhamdulillah, I was given a chance to moderate a session with Ustazah Norhafizah Musa back in December. It is a parenting talk entitled "Super Ummi, Super Abi" held at Dewan Sri Intan, PMO. As much as the word 'parenting' entices your curiosity, I learned a lot from the speaker herself and also from the highly-attentive audiences.  InsyaAllah I'll share some notes in the upcoming posts, but first I'd like to jot down some important points taken from Dr. Maszlee Malik's book : Risalah Pemuda Muslim.


Panduan menjadi moderator (diambil dari Risalah Pemuda Muslim tulisan Dr. Maszlee Malik). Tips dari penulis memang banyak membantu, who knows, maybe I can moderate a session like Wacana Sinar in UTP? :D

1. Moderator bukan ahli panel tambahan

Bersikap tegas dalam menjaga masa, terus kepada isi, bersikap kritikal kepada jawapan yang dikongsikan dan tidak menadai-mandai menambah.

2. Jangan tunjuk pandai

Mesti pandai menyampuk dengan soalan pembunuh "killer" jika ahli panel telah tersasar ataupun hilang kawalan dengan cuba memesongkan fakta atau lari daripada soalan. 

3. Cakap apa yang penonton mahu tanya dan mahu dengar

- Jangan syok sendiri 
- Jangan menjadi pak turut dengan membaca bulat-bulat soalan yang diberikan tanpa mengira kesan kepada penonton.
- Moderator yang berintegriti akan mementingkan impak program kepada penonton
- Program sebagai medium untuk mendidik masyarakat 
- Buat homework mengenai tajuk forum dan isu berkaitan.

4. Jangan berpihak, tetapi bersikap kritikal dan sinikal terhadap semua pihak

Apa yang paling utama bagi para moderator, mereka perlu menjadi interlokutor atau investigator yang dapat mencungkil dari hati dan pemikiran ahli panel agar mereka dapat kongsikan bersama para penonton.  Moderator ialah pendidik!

5. Di atas pentas, moderator ialah raja


- Controlling audience adalah hak mutlak moderator.
- Bersikap tegas tetapi meraikan semua pihak terutamanya dalam menjaga masa.

6. Moderator ialah interlokutor 
Kemampuan mencungkil pemikiran dan hujah terpendam ahli panel adalah 'gift' utama seorang moderator untuk dipersembahkan kepada hadirin.




As a reflection, I can say that it is very crucial for us 'mahasiswa' to be able to organize more intellectual discourses, wherever we are. This is the avenue where we can get crystal-clear explanations and drill the panels with our 'killer' questions. These sessions will be our platform to educate the society and hopefully, bringing some senses back. 

We need more matured individuals in this country, so tag along, wake up and do whatever it takes to rejuvenate this Ummah!

"Seorang Mukmin yang bercampur bergaul dengan masyarakat dan sabar atas kepedihan dan kepayahan yang ditimbulkan oleh masyarakatnya, adalah lebih besar ganjarannya daripada Mukmin yang tidak bergaul dengan masyarakat dan tidak sabar atas kepedihan, kepayahan dan kejahatan masyarakatnya."

(Riwayat Al-Bukhari, Al- Tirmizi & Ahmad)


Do what you have to do - Harvey Specter








No comments:

A Letter to My Deceased Cat

Hi Kunyet, I hope you're doing fine over there. We just found out that you're no more with us this morning. No longer meowing e...