Tuesday, March 31, 2015

Rintih Mada

"Ayah,
Ini anakmu, Mada
Yang tidak tahu dimana kuburmu,
Maafkan aku, ayah
Maafkan aku, marah padamu,
Maafkan aku, melupakan ajaranmu,
Meninggalkan mu,
Kalau kamu ada di sini,
Aku akan bersimpuh memohon maaf padamu, ayah,

Ya Allah,
Tidak terhitung berapa banyak sesalan hamba,
Malu hamba,
Hancur hati hamba,
Hanya Engkau yang bisa menghapuskan dosa-dosaku,
Aku faham sekarang,
Semua cubaan ini untuk mendekatkan aku padaMu,
Aku menyerah pada aturanMu,
Tunjukkan aku jalan,
Ya Allah"


~Mada (Haji Backpacker)

Monday, March 30, 2015

Nota Hati

"Kalau aku bisa melihatMu,
Mungkin aku akan terus percaya,
Kalau aku bisa mendengar suaraMu,
Mungkin aku bisa mengikuti kehendakMu,
Aku sedar
Aku sedar, aku tidak bisa membuatmu seperti yang aku inginkan
Mungkin ini caraMu mengiji seberapa tebal imanku"


~Mada (Haji Backpacker)




Perjalanan yang diharungi Mada dalam travelognya sangat menyentuh pemikiran. Kerana kecewa, dibawa dirinya merentas 9 negara, tanpa arah tujuan. Siapa tahu, hidayah datang menerpa, membawa kembali dirinya kepada Sang Pencipta.


An obstacle along this way will not bring me down. I need to be strong , and have faith. Kerana keyakinan itulah, kita berada di jalan ini, menuju janji Allah yang akan memenangkan Islam. Seperti kisah Tsuraqah yang dijanjikan Rasulullah akan gelang kisra' Parsi. Di zaman Saidina Umar akhirnya tertunai.
Begitu juga perjalanan kita, mungkin kita tidak menang sekarang, tapi suatu hari nanti akan sampai juga saat itu. Berpegang teguhlah dengan janji Allah. 
Ku Nurasyiqin, keep calm and move on.
Like what Harvey Specter said, "Do what you need to do"

Al-Baqarah : 216
Dear hati, you don't conquer me, I do. 

Friday, March 6, 2015

Dear Adik

Dear Adik,
I'm not sure whether you'll read this post, but truly as a sister I love you.
For 10 years, we've been together until our little sister came to join the family.

Iklan sekejap ^^"

Dear Adik,
I know,
You may be pissed off sometimes due to my 'pushy' nature, I admit that. And I'm sorry.
I did that because I want you to be someone useful for Ummah. 
Yang tahu membezakan yang haq dan batil.
Yang ada ilmu agama di dada, walaupun tidak membukit tinggi, Tapi cukup buat bekalan hari-hari mendatang,
Yang boleh mengimamkan solat jenazah bila tiba saatnya nanti.
You know that you're next-in-line to be my wali after Ayah
Kita tidak menduga apa yang bakal terjadi.
But if that time comes, I want to leave you knowing that you can make good decisions on your own.
Boleh membuat pertimbangan rasional disaat darah muda menggelegak.
Kamu lelaki, dik. 
You'll be the backbone of the family.

Dear Adik, 
You've been a really good brother all these time.
And I admit that they're times that you're much more needed at home, than me. 
I can't thank you enough for that.
And you've been a great supporter ever since.
Akak faham rasa berat dan malasnya bila disuruh pergi usrah.
Alangkah indah kalau kita tidak terikat sebarang komitmen. 
Pergi kelas, kafe, katil.
Tapi,
Sebagai seorang perempuan, mana mungkin akak dapat betul-betul faham apa yang adik mahukan.
Adik perlu tahu, betapa risaunya hati seorang kakak bila melihatkan sahsiah mahasiswa uni sekarang. Berapa ramai yang terlibat dalam maksiat, yang jadi pengisap ganja, yang main judi, yang mabuk malam-malam, yang kaki disko?
I know that because I have the numbers.
Sebagai kakak, aku tidak mahu melihat kamu menjadi seorang lagi mahasiswa individualistik yang hanya memikirkan "apa yang aku dapat?" daripada " apa yang aku harus beri?"
Cukuplah, Allah sudah terlalu banyak memberi melalui kedua ibu bapa kita, keluarga dan sahabat.
Sampai satu masa, kudrat dan masa yang kita ada ini perlu dikembalikan kepada masyarakat.
Kembalikan Islam kedalam hati-hati mereka.
Bukti di hadapan Allah bila ditanya nanti.
Dengan gembira dan bangganya kita boleh menghadap Tuhan, setelah berpenat lelah menegakkan syariatnya.

Dear adik,
Ingat lagi kata-kata ayah bila Kak Kin menyuarakan hasrat untuk bertanding MPP?
Ayah cakap " Kita ni bukan budak sekolah agama, stay jela dalam Rakan Masjid tu" 
But I insisted, and I made it.
Kerana kakakmu ini egois, tekadnya sekeras batu.
Usah diujar "jangan", kerana itu yang akan aku lakukan dahulu.
Tahukah kamu, apa yang membuat aku kuat melalui jalan ini?
Menjadi MPP bukanlah satu perjalanan di karpet merah.
But what made me steadfast?
Kefahaman yang aku dapat di dalam usrah dan program tarbiyah.
I'm not perfect, I made mistakes.
And those mistakes are the ones that I'll never want you to repeat.

Dear adik,
I may not be the best sister that you want.
But trust me, I'm trying to.
There are times that you need to make that leap of faith.
That jump out of comfort zone.
Just go for it!
Because our family needs you.
And I need you.

I love both of you, adik & dikya :)

Yours truly,
Your choleric-melancholic sister.
~If you need me, you know that I'm just 1000 metres away from you :)

A Letter to My Deceased Cat

Hi Kunyet, I hope you're doing fine over there. We just found out that you're no more with us this morning. No longer meowing e...